Minggu, 10 Februari 2013

lebih baik sendirian



Aku memilih bersama malam
Dalam gelapnya
Ku temukan kedamaian

Atau menghirup aroma bumi
Diharum basahnya
Dia ciptakan ketenangan hati

Mengintip dibalik daun jendela
Menghirup sang bayu
Membuai rasa

Sepi ini menyakitkan
Namun lebih baik ku terdiam
Tanpamu yang ku harapkan
Tuk mengisi kehampaan

Saat ku memejam mata
Terlahirlah sebuah luka
Dalam tertunduk ku ucapkan
"Kuatkan hatiku ya Tuhan..."

Karenanya Ku Mati Rasa



Dia..
Dia adalah aku
Ada dalam hatiku
Dekat di jantungku
Nafas dalam tubuhku

Dia...
Ciptakan kebebasan rasa
Inspirasiku dalam dunia
Imajinasiku dalam cinta
Dialah segalanya

Tapi karna dia..
Matiku seluruh jiwa
Gelap terangku tiada warna
Jenuhku meniti hari tanpa asa

Ya..
Dia, mampu butakan sekejap mata
Mampu hidupkan lagi cahaya cinta
Menarikku dalam dilema
Mengubur hidup rasaku dalam nyata

Sabtu, 09 Februari 2013

Cinta Yang Terlarang



Damai itu terasa dari pelukan badan kekar aroma perempuan

Cinta itu kurasakan dari gerak sikap arogansimu yang memanjakanku dengan kelembutan

Dan kini rinduku di baluti bayangan dosa yang perlahan membunuh iman

Nyaris tak terkalahkan, saat memori kecupan bibirmu menuntunku pada kelemahan

Semoga Tuhan sudi menghapuskan jejak pesonamu wahai Dewi cintaku dalam impian

Sebuah Kenangan


By : Rudolf Arlano

Dulu ku pernah menatap sebuah mata
Bagai telaga keikhlasan yang menampung semua emosiku
Meneduhkan hati
Membasuh luka hitamku

Dulu ku masih memiliki sentuhan kasihmu

Yang selalu memeluk rindu
Membelai mesra
Tiap getir dan pahitnya hidupku

Dulu dengan tanganmu kau menggegam jemariku
Seolah tak ingin terlepas
Dengan tatapan sayangmu
Kau menguatkan aku
Menghapus air mataku

Namun itu dulu
Semua kini berbeda
Semua sudah jadi garis takdirku
Hanya Tuhan yang tau
Engkaulah cinta dalam hatiku