Sabtu, 09 Februari 2013

Sebuah Kenangan


By : Rudolf Arlano

Dulu ku pernah menatap sebuah mata
Bagai telaga keikhlasan yang menampung semua emosiku
Meneduhkan hati
Membasuh luka hitamku

Dulu ku masih memiliki sentuhan kasihmu

Yang selalu memeluk rindu
Membelai mesra
Tiap getir dan pahitnya hidupku

Dulu dengan tanganmu kau menggegam jemariku
Seolah tak ingin terlepas
Dengan tatapan sayangmu
Kau menguatkan aku
Menghapus air mataku

Namun itu dulu
Semua kini berbeda
Semua sudah jadi garis takdirku
Hanya Tuhan yang tau
Engkaulah cinta dalam hatiku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar